Faperta UMSU Medan dan Aisyiyah Medan Denai Optimalkan Lahan Pekarangan

0
425
DEMONTRASI: Pelatihan dengan cara demonstrasi mempraktekkan budidaya vertikultur menggunakan peralatan dan bahan yang dibutuhkan. Pelatih dengan mendemontrasikan program pelatihan pemanfaatan lahan pekarangan untuk budidaya tanaman sayuran secara vertikultur kepada Kelompok Ibu-Ibu Aisyiyah Medan Denai kemarin

Medan | Mitranews – Lahan pekarangan memiliki potensi besar dalam mewujudkan ketahanan pangan berbasis keluarga. Hanya saja, pemanfaatannya belum dilakukan secara maksimal. Mayoritas masyarakat masih memanfaatkan lahan pekarangan seadanya saja, padahal jika dioptimalkan dapat ditanami beragam jenis tanaman yang bisa memenuhi ketersediaan pangan bagi keluarga.

Hal ini dikatakan Ketua Tim Program Kemitraan Pengembangan Muhammadiyah (PKPM) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Medan kepada Mimbar Juita Ramadhani Manik, S.P.,M.Si, didampingi para anggota tim, Muhammad Alqamari, S.P.,M.P dan Andini Anif, S.Si.,M.Si kemarin di kampus UMSU Medan.

Dijelaskan Manik, melakukan pelatihan pemanfaatan lahan pekarangan untuk budidaya tanaman sayuran secara vertikultur kepada Kelompok Ibu-Ibu Aisyiyah untuk target ketahanan pangan keluarga Indonesia.

Program Kemitraan Pengembangan Muhammadiyah Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara dilakukan di Ranting Aisyiyah Medan Denai selama 6 bulan berjalan kemitraan antara dosen UMSU Medan dengan Kelopok ibu-ibu Aisyah untuk memecahkan permasalahan yang ada yakni meningkatkan kuantitas, kualitas dan sumber daya manusia yang ada di Kecamatan Medan Denai sehingga tingkat kemiskinan yang ada di Kota Medan dapat turun dengan signifikan sehingga tercipata masyarakat yang sejahtera.

Ketua Majelis Ekonomi Aisyiyah Ranting Denai, Intan Jamilah dalam sambutannya mengatakan Pelatihan tersebut sanggat bermanfaat bagi ibu-ibu Aisyiyah karena dapat menfaatkan pekarangan rumah yang sempit untuk budidaya tanaman sayuran secara vertikultur yang sehat dan memiliki nilai gizi yang lebih baik dibandingkan sayuran yang dijual di pasar.

Selain itu kata Intan Jamilah, juga bisa mengurangi biaya belanja sayuran sehingga dapat membatu ekonomi kelurga yang dilakukan para anggota aisyiyah yang berjumlah 30 orang.

Hal yang sama juga dikatakan Ketua Ranting Aisyiyah Medan Denai, Rohana Gutagalo bahwa kegiatan Kemitraan Pengembangan Muhammadiyah Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara sangat baik, disamping menambah ilmu pengetahuan juga bisa membantu perekonomian keluarga.

Sedangkan pemateri, Muhmmad Alqamari, S.P.,M.P menjelaskan tentang membuat media tanam, cara budidaya dan model-model vertikultur. Selain teori dilakukan praktek langsung bagi ibu-ibu Aisyiyah.

“Hal ini penting agar ibu-ibu Aisyiyah dapat mengerti dan paham tentang budidya tanaman secara vertikultur yang sehat dan alami,” kata Muhmmad Alqamari.

Menurutnya, dipilih Kelompok Ibu-Ibu Aisyiyah sebagai mitra karena memiliki jaringan terstruktur dan banyak memiliki anggota sehingga dapat mendukung pelaksanaan optimalisasi pemanfaatan pekarangan secara masif.

Dijelaskannya, melalui optimalisasi pemanfaatan pekarangan khususnya penanaman sayuran secara vertikultur diharapkan dapat menjadi salah satu solusi dalam mengatasi gejolak harga pangan. Selain itu, dengan pemberdayaan Kelompok Ibu-Ibu Aisyiyah untuk melakukan budidaya sayuran dan sumber pangan lain pada pekarangan rumah diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pangan dan gizi keluarga serta meningkatkan pendapatan.

Ditambahkannya, tujuan dari kegiatan tersebut untuk memasyarakatkan, mengoptimalisasikan lahan pekarangan untuk budidya sayuran secara Vertikultur dengan memproduksi kebutuhan pangan oleh keluarga dan masyarakat.

Untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan katanya maka digunakan metode pertama, penyuluhan, yang dilakukan dengan mengumpulkan Pimpinan Organisasi dan jamaah untuk mengikuti penyuluhan tentang pemberdayaan perempuan, pengelolaan lahan pekarangan dan  teknologi budidaya secara vertikultur dengan nara sumber dari Tim Pelaksana

Kedua, transfer teknologi dengan pengadaan instalasi vertikultur dengan berbagai model, serta penyiapan fasilitas lain yang mendukung kegiatan. Ketiga demonstrasi dan pelatihan dilakukan dengan simulasi praktek budidaya vertikultur menggunakan peralatan dan bahan yang sudah disiapkan oleh pelaksana program. Keempat, praktek budidaya secara vertikultur untuk menghasilkan produk, dan kelima pendampingan secara periodik untuk membina dan mendampingi mitra sampai berhasil melakukan budidaya vertikultur sampai mencapai hasil yang optimal.

Reporter

M. Iqbal Syaanggi M

Editor

Fadmin P. Malau

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here