Sejak 2015, Panti Asuhan di Sumut Tak Pernah Lagi Dapat Bantuan APBD

0
226

Medan | Ketua Forum Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak – Panti Asuhan Sosial Anak (LKSA-PSAA) Sumut. Rafdinal S.Sos MAP mengatakan, bahwa sejak 2015, Panti Asuhan di Sumatera Utara (Sumut) tidak pernah lagi dapat bantuan dari pemerintah provinsi lewat Anggaran Perbelanjaan Belanja Daerah (APBD) Sumatera Utara.

“Namun meski demikian, kita terus berjuang dan berikhtiar untuk menyiasati persoalan ini dengan mencari dukungan dari pelbagai pihak yang memang memiliki kepedulian terhadap nasib anak yatim. Dan Alhamdulillah, selama ini kita sudah bisa membangun kerjasama” ujar Rafdinal saat memberikan sambutan pada pada acara Konsolidasi  LKSA-PSAA  Regional Se-Sumatera di Ballroom Hotel Madani Jalan Singsingamaraja Medan yang berlangsung sejak Jum’at (20/4) dan berakhir Minggu (22/4).

Dalam acara itu sejumlah kepala daerah, pengusaha, tokoh politik, akademisi dan tokoh masyarakat mendapat Award Peduli Panti dari LKSAA Sumut atas kontribusi dan kepedulian mereka terhadap Panti Asuhan di Sumut dan memiliki komitmen tinggi mendukung masa depan anak anak dalam mendapatkan pengasuhan berkualitas.

Karena itu, kata Rafdinal, pergerakan LKSA yang dipimpinnya terus memperjuangkannya. “Ini cara kita mengapresiasi, karena bagaimanapun kontribusi para tokoh sangat kita hargai, Jika tidak ada dukungan dari Pemda, para pengusaha, BUMN dan legislator tentunya perjalanan LKSA akan menghadapi banyak persoalan,” sebutnya.

Rafdinal juga mengungkapkan, kalau tidak ada halangan pada P-APBD tahun 2018 Pemko Medan  akan mengalokasikan dana Rp1 Milyar untuk Panti Asuhan. ”Kita sangat apresiasi iktikad dari Pemko Medan dan semoga menjadi inspirasi bagi pemda lainnya yang ada di Sumut,” kata Rafdinal.

Saat ini ada 35.000 orang anak hidup di Panti se-Sumatera dibawah naungan 700 panti. Khusus di Sumatera Utara terdapat 6000 anak dibawah naungan 170 panti.

Diakui Rafdinal tantangan pengasuhan kedepan semakin berat. Hal itu ditandai dengan munculnya berita kekerasan dalam panti di Batam dan Pekanbaru yang tidak henti-hentinya di beritakan media nasional. Untuk itu, Ketua Forum Wilayah Panti se-Sumatera, Rafdinal S.Sos MAP menyelenggarakan Konsolidasi panti se-pulau Andalas. “Ini kali pertama Kepala Panti se-Sumatera bertemu, dengan dihadiri 150 perwakilan Kepala Panti,” jelasnya.

Menurut Rafdinal, momentum penguatan komitmen akan dilakukan dengan pembacaan “Deklarasi dan Penandatanganan Tekad Pengasuhan Tanpa Kekerasan”, Ramah Tamah Kepala Panti se-Sumatera dengan Walikota Medan, sosialisasi Akreditasi Panti oleh Direktur Anak Kementerian Sosial RI, Nahar SH M.Si, penyerahan award kepada 20 pemerhati anak se-Sumatera dan penandatanganan bersama Kepala Panti se-Sumatera.

Lebih lanjut Rafdinal menjelaskan, penerima Award adalah para akedemisi, tokoh politik, pengusaha, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, pemerintahan daerah, BUMN yang selama ini telah terbukti memiliki komitmen tinggi mendukung masa depan anak-anak dalam mendapatkan pengasuhan berkualitas.

Adapun penerima 20 Award tersebut adalah, Gubernur Propinsi Sumatera Utara, Walikota Medan, Walikota Tebing Tinggi, Bupati Tapanuli Tengah, Direktur PT Pelindo I, Direktur Bank Sumut, Rektor Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Rektor Universitas Prima Indonesia (UNPRI), Beberapa politisi tingkat DPR RI, DPRD Provinsi dan Kabupaten/kota, Pengusaha dan tokoh masyarakat

Reporter:

M. Iqbal Syaanggi

Editor:

Fadmin P Malau

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here