Indo Barometer “Menangkan” Djoss

0
206

JAKARTA — Lembaga Survei Info Barometer “memenangkan” pasangan Djarot Saiful Hidayat – Sihar Sitorus (Djoss) atas pasangan Edy Rahmayadi -Musa Rajecksah (Eramas) pada Pilgubsu 2018 mendatang.

Menurut Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari, pasangan Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus lebih berpeluang mendapatkan limpahan suara dari pendukung JR Saragih-Ance Selian.

JR Saragih gagal maju sebagai calon Gubernur Sumatera Utara. Ia juga ditetapkan sebagai tersangka pemalsuan legalisasi ijazah dan tanda tangan kepala dinas.

“Mungkin kecenderungannya akan lebih menguntungkan Djarot-Sihar,” ujar Qodari ketika ditemui di Hotel Atlet Century Park, Jakarta, Jumat (23/3/2018).

Qodari beralasan, latarbelakang JR Saragih tak jauh berbeda dengan Sihar Sitorus.

“JR dari Simalungun, itu batak Toba. Itu nanti mungkin larinya bisa ke Sihar,” kata Qodari.

“Karena secara background sosilogis, Sihar kan lebih dekat dengan daerah itu,” sambungnya.

Qodari menambahkan, dengan kasus yang menjerat JR Saragih saat ini maka potensi Pilkada Sumatera Utara 2018 akan diikuti dua pasangan calon, Djarot-Sihar dan Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah, terbuka lebar.

Lebih lanjut, ia menghawatirkan, pertarungan Edy dengan Djarot akan mengulang panasnya Pilkada DKI Jakarta 2017 lalu.

“Itu yang saya khawatirkan, satu ketat. Kedua itu, masyarakat itu kan ada pengelompokan etnis dan agama. Potensi benturan itu besar,” kata dia.

“Makanya saya di sini bagian dari warning bahwa dengan kompetisi yuang ketat begini, suhu politik lebih tinggi, karena itu perlu diwaspadai, begitu,” ujarnya.

Diketahui, pasangan Edy Rahmayadi-Ijeck diusung koalisi parpol Golkar, Gerindra, PKS, PAN dan Nasdem dengan total 60 kursi.

Adapun pasangan Djarot Syaiful Hidayat-Sihar Sitorus diusung PDI-P dan PPP dengan total 20 kursi.

Pilkada di Sumatera Utara tahun ini akan berlangsung serentak di delapan kabupaten dan kota yaitu Kabupaten Langkat, Deliserdang, Batubara, Tapanuli Utara, Dairi, Padanglawas, Padanglawas Utara dan Kota Padangsidempuan.

Hasil survei tertutup atau responden langsung disuguhkan tiga nama, elektabilitas Djarot mencapai 27,8 persen. Angka itu beda tipis dengan Edy sebesar 27,4 persen. Sementara JR Saragih hanya 9,4 persen.

Namun, dengan pertanyaan tertutup, pemilih yang menyatakan belum memutuskan atau tidak tahu masih relatif besar, yakni 35,4 persen.

Hasil berbeda didapat dengan pertanyaan terbuka atau responden tidak disuguhkan nama cagub.

Hasilnya, elektabilitas Edy sebesar 22,8 persen, Djarot 21,5 persen dan JR Saragih 8,1 persen. (*)

Sumber:
Kompas.com

Editor:
Harun AR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here