0
441

Zakir Turun Gunung, Jelaskan Posisi PPP Pada Umat Muslim Sumut

Catatan Harun Al Rasyid

Ditugaskannya Wakil Sekjen DPP PPP Ir. Muzakhir Rida menjadi menjadi Ketua Tim Pemenangan Pasangan Djarot Syaiful Hidayat – Sihar Sitorus yang diusung PDIP dan PPP di Pilkada 2018 Provinsi Sumatera langsung menuai reaksi pro kontra terutama di kalangan mantan dan aktifis HMI. Pasti Ketua Umum PPP Romahurmuziy mempunyai petimbangan tersendiri ketika memutuskan menugaskan Zakir untuk turun gunung ke Sumatera Utara.

Zakir bukan orang baru di Sumut. Dia pernah malang melintang dalam percaturan aktifitas politik dan sosial di Sumut. Sebagai mantan Ketua Umum Badko HMI Sumut, Zakir punya koneksi yang luas di kalangan tokoh-tokoh Muslim. Saat ini memang Zakir banyak terlibat salam percaturan politik tingkat nasional.

Hampir sepekan kabar turun gunungnya Zakir beredar, pro dan kontra itu sangat terasa dan diungkapkan di media sosial terutama di kalangan mantan aktifis HMI.

Mereka yang selama ini sudah mengabdikan dirinya pada pasangan yang lain tentu bereaksi keras dan bahkan langsung membuly Zakir. Mereka yang belum menentukan pilihan dan masih abu-abu tentu mempertanyakan sikap Zakir ini.

Mereka umumnya yang terkena sindrom virus dikotomi partai pendukung dan penista atau anti aksi 212. Dalam stigma berpikir mereka PPP dan PDIP itu adalah partai yang anti terhadap gerakan 212. Tapi mereka lupa bahwa kebijakan partai juga cenderung berbeda dengan sikap pribadi para aktifis.

Mungkin tak seorang pun dari ummat muslim Sumatera Utara yang meragukan sikap Yulizar Parlagutan Lubis, Ketua DPW PPP Sumut yang berani menolak keputusan DPP PPP mencalonkan Djarot – Sihar. Tapi apakah Bang Pully tidak tahu sama sekali strategi politik yang sedang dimainkan PPP? Contoh lain misalnya, apakah tak mungkin Gubernur Tengku Erry Nuradi secara pribadi dan tentu saja tidak diekpos mendukung Djarot – Sihar karena partai yang dipimpinnya telah mengkhianatinya dengan mendukung calon lain?

Mari kita tinggalkan andai-andai itu. Coba kita lihat apa dibalik ditugaskannya Zakir turun ke Sumut.

Menurut hemat saya, salah satu pertimbangan Romy mengutus Zakir tentu upaya konsolidasi politik baik dengan Djarot -Sihar, dengan PDIP dan tentu saja dengan PPP yang dipermukaan nampak pecah tapi sebenarnya mereka solid. Pecahnya PPP di permukaan nampaknya hanya masalah komunikasi politik yang tak berjalan dengan baik antara DPP dengan DPW dan DPC. Walaupun berat tugas ini tentu mampu dilaksanakan Zakir mengingat kapasitas Zakir yang pernah juga menjabat sebagai Sekjen PB HMI.

Tugas lain yang juga mungkin berat adalah konsolidasi dengan pasangan Djarot – Sihar karena pasangan pelangi ini sangat restensi dengan pemilih Sumatera Utara yang mayoritas muslim. Dengan diturunkannya Zakir yang notabene selama ini aktif dalam percaturan politik nasional di Jakarta mungkin di tangan Zakir tidak akan terlalu berat karena Djarit dan Sihar pun selama ini juga aktif di ibukota. Yentu dalam petgaulan sehari-hari mereka sudah mencair. Tinggal lagi bagaimana mensinergikan ide masing-masing dalam menyusun program strategis dalam kampanye nanti.

Berdasarkan info yang saya dapat dari orabg dekat Zakir, dia sydah berada di Medan beberapa hari yang lalu dan langsung melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak.

Kepada sebuah media, dia mengatakan langkah awal yang dilakukannya adalah berkonsultasi dengan tokoh-tokoh PPP di Sumut. Kepada para tokoh itu Zakir menjelaskan strategi PPP mendukung Djarot – Sihar. ‘Keputusan DPP PPP untuk mendukung Djarot-Sihar harus diamankan, Insya Allah Mas Djarot bisa menjadi Gubernur Sumatera Utara,” katanya penuh keyakinan.

Zakir juga akan melakukan sowan lebih dulu pada sejumlah tokoh Sumut. “Cukup lama juga saya tak beraktifitas di Sumut, jadi saya juga akan sowan kesemua senior, terutama mereka-mereka yang dulu menjadi guru politik saya seperti, Bang Manahan Lubis, Bang Syamsul Arifin dan Bang Martius Latuperissa, maupun kawan-kawan yang lainnya,” ungkapnya.

Tampaknya memang tidak salah keputusan menurunkan Zakir ke Sumut karena yang jelas Zakir memiliki basis politik yang cukup mengakar di Sumut.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here