Walikota Medan Batal Resmikan Pasar Induk Marelan

0
128

 

MEDAN – Walikota Medan batal meresmikan Pasar Induk Marelan yang direncanakan pada hari ini,  Rabu (06/02/2018) karena ternyata pembangunan kios dan lapaknya belum selesai.

Belum rampungnya pembangunan lapak dan kios di Pasar Induk Marelan mengakibatkan ditundanya waktu peresmian pasar tersebut yang semula telah direncanakan pada Rabu ini (07/02/2018) oleh Walikota Medan.

Anggota Komisi C DPRD Medan dari Mulia Asri Rambe, SH akrab disapa Bayek saat ditemui di kediamanya mengaku telah menampung sejumlah keluhan dan aspirasi dari para pedagang di pasar Marelan.

Mulai dari adanya praktek pembayaran DP kios dan lapak hingga persoalan masih banyaknya pedagang yang lama belum mendapatkan kios dan lapak berjualan akibat keterbatasan jumlah kios maupun adanya tindakan diskriminasi dari pihak yang mengaku dari P3TM (Persatuan Pedagang Pasar Tradisional Marelan).

“Saya mau tahu, atas dasar apa pihak P3TM membangun lapak dan kios serta menetapkan pembayaran DP mulai Rp 3 juta dan Rp 5 juta pada pedagang sementara bangunan pasar hingga kini belum diserahterimakan dari pihak Perkim PR pada Kabag Aset Pemko Medan dan Bawas hingga nantinya aset gedung Pemko Medan tersebut diserahterimakan pada pihak PD Pasar Medan, serta persoalan ini telah kita gelar Rapat Dengar Pendapat (RPD) dengan memanggil Kepala PD Pasar Medan, pihak P3TM dan Kasatpol PP, ” ungkap Bayek.

Lebih lanjut dikatakan kegiatan pembangunan lapak dan kios dinilai illegal dan kategori pidana karena melanggar Peraturan Pemerintah Nomor 51 tahun 1960. Kita desak nantinya pihak Bawas dan PD Pasar dapat menghitung kembali nilai atau harga bangunan lapak dan kios agar tak memberatkan para pedagang nantinya serta demi rasa keadilan.

“Pembagian kios dan lapak harus diundi tanpa pilih kasih,” tegas anggota dewan dari Dapil V Partai Golkar tersebut.(*)

Reporter:

Firman Ariel

Editor:

Harun AR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here