Warga Medan Kecewa, Supermoon Tertutup Awan

0
618

 

MEDAN—Warga Kota Medan harus kecewa karena kehilangan kesempatan menyaksikan sebuah fenomena alam yang langka Supermoon karena cuaca yang tidak menguntungkan. Fenomena langka Supermoon yang diprediksi Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) akan terjadi pada Rabu (31/1) dari pukul 17.00 sampai pukul 21.00 WIB tidak terlihat dengan jelas.

Warga Medan Suyadi yang berdomisili di Jalan Garu II mengaku sudah sejak sore sampai pukul 22.00 wib memantau Supermoon dari teras lantai dua rumahnya tak berhasil menyaksikan peristiwa alam tersebut. “Nampaknya kita tak beruntung, langit kota Medan sejak sore tertutup awan tebal sehingga kita gagal menyaksikan gerhana total bulan terebut,” kata Suyadi kepada Mitranews tadi malam.

Sebelumnya, ramai diberitakan bahwa fenomena alam ini dapat disaksikan dari beberapa lokasi di kota Medan. Warga kotapun tumbah ke beberapa lokasi keramaian seperti Lapangan Merdeka Medan. Tapi warga harus kecewa karena supermoon hanya terlihat samar-samar karena dikelilingi awan hitam. Warga akhirnya hanya duduk-duduk sambal menikmati kuliner di seputaran Lapangan Merdeka Medan,

Kepala Stasiun Meterologi Maritim Belawan Abdul Aziz kepada wartawan mengatakan langit kota Medan tertutup awan mencapai 87 persen sehingga warga jadi sulit menyaksikan supermoon. Supermoon adalah fenomena alam ketika posisi matahari, bumi dan bulan berada pada satu garis lurus.

Gerhana yang terjadi bersamaan dengan fenomena blue moon dan supermoon ini terakhir kali terjadi satu setengah abad lampau, tepatnya pada 31 Maret 1866 atau 152 tahun yang lalu. Eklips seperti ini disebut super blue moon atau gerhana bulan kemerahan.

Gerhana ini terjadi saat purnama bulan berada dalam jarak terdekatnya dengan bumi sekitar 360.000 km. Hal ini menyebabkan ukuran bulan yg terlihat menjadi 14 persen lebih besar dan 30 persen lebih terang daripada biasanya.

Keseluruhan gerhana bulan akan terjadi selama 5 jam 17 menit dengan durasi gerhana total 1 jam 16 menit 4 detik. Proses gerhana dimulai sejak matahari terbenam sampai tengah malam dan puncak gerhana bulan total terjadi pada pukul 20.31 Wib.

Fenomena supermoon terjadi ketika bulan berada dalam jarak terdekatnya dengan Bumi di masa purnama. Hal ini menyebabkan ukuran bulan purnama terlihat 14 persen lebih besar dan 30 persen lebih terang dari biasanya.

Supermoon pada 31 Januari 2018 malam juga merupakan bulan purnama yang kedua kalinya di bulan ini. Bulan purnama ini biasanya dipisahkan 29 hari. Biasanya, setiap bulan kalender hanya memiliki satu bulan purnama. Bila terjadi dua kali dalam sebulan, fenomena ini biasa disebut sebagai blue moon.

Artinya supermoon sekaligus blue moon akan melewati bayangan bumi. Maka, saat terjadi gerhana bulan total ini, bulan super itu akan berwarna kemerahan seperti tembaga sehingga disebut blood moon. (*)

 

Reporter:

Novi Lubis

 

Editor:

Harun AR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here